Senin, 14 Januari 2013
MUTIARA KALBU
Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi
"Pikiran yang digunakan itu bagaikan air
sabun yang diaduk dalam sebuah gelas
kaca. Semakin banyak sabun yang
tercampur semakin keruh air. Semakin
cepat anda mengaduk semakin kencang
pusaran. Merenung adalah menghentikan
adukan. Dan membiarkan air berputar
perlahan. Perhatikan partikel sabun turun
satu persatu, menyentuh dasar gelas.
Benar-benar perlahan. Tanpa suara.
Bahkan anda mampu mendengar luruhnya
partikel sabun. Kini anda mendapatkan air
jernih tersisa di permukaan. Bukankah air
yang jernih mampu meneruskan cahaya.
Demikian halnya dengan pikiran anda yang
bening.
Langganan:
Postingan (Atom)