AKU BERKATA YANG SESUNGGUHNYA
Setiap kali aku mengingat apa yang telah aku alami dan masalah yang aku hadapi, setiap itu juga aku merasa tidak kuat, jiwa dan ragaku tidak kuasa menopangnya.
Semakin aku ingat dan semakin banyak yang aku temukan kembali kaitan masalah yang aku hadapi maka semakin lemaslah diriku seketika, tiba-tiba langit atapku runtuh dan bumi tempatku berpijak hancur. Aku sungguh-sungguh tidak tahan dan tidak kuat dalam arti yang sebenarnya, kata-kataku ini bukan kiasan. Andai bukan karena pertolongan dan rahmat Allah maka sungguh aku telah lama terlempar ke jurang neraka yang amat dalam, bisa jadi aku masih hidup tapi gila alias edan, atau mungkin aku sudah mati bunuh diri dengan cara yang mengenaskan, memalukan berlumur kenistaan dunia dan akhirat.
Karena itu, sering aku sengaja menepis pikiranku sendiri setiap kali ingatan itu mulai muncul, agar tidak bertambah banyak peristiwa2 yg telah berlalu yg kuingat, dan bertambah panjang kaitan masalah yang kutemukan kembali, yang hanya akan membuatku terkulai lemas tak berdaya. Aku berusaha switch dan alihkan ke jalan pikiran yang lain, sebisa mungkin semuanya aku kembalikan kepada Allah. Masalahku memang besar, tapi kuasa Allah lebih besar. Nerakaku memang dekat, tapi pertolongan Allah lebih dekat. Dosaku memang teramat banyak, semua dosa aku akui, tapi aku tahu dan yakin ampunan beserta rahmat Allah jauh lebih banyak. Dalam keyakinan hatiku yang paling dalam aku yakin Allah mengampuni aku, menolongku, memberi rahmat kepadaku, dan menyelamatkanku.
Aku, dalam hatiku yang paling dalam, mengucap syukur dengan segenap jiwa dan ragaku, syukur kepada Allah swt atas segala limpahan nikmat yang tiada tara yang diberikan kepadaku, TERIMA KASIH YA ALLAH..................
Masjid Al-Mujahidin UNY
Jogjakarta, 15.10.2019
Setiap kali aku mengingat apa yang telah aku alami dan masalah yang aku hadapi, setiap itu juga aku merasa tidak kuat, jiwa dan ragaku tidak kuasa menopangnya.
Semakin aku ingat dan semakin banyak yang aku temukan kembali kaitan masalah yang aku hadapi maka semakin lemaslah diriku seketika, tiba-tiba langit atapku runtuh dan bumi tempatku berpijak hancur. Aku sungguh-sungguh tidak tahan dan tidak kuat dalam arti yang sebenarnya, kata-kataku ini bukan kiasan. Andai bukan karena pertolongan dan rahmat Allah maka sungguh aku telah lama terlempar ke jurang neraka yang amat dalam, bisa jadi aku masih hidup tapi gila alias edan, atau mungkin aku sudah mati bunuh diri dengan cara yang mengenaskan, memalukan berlumur kenistaan dunia dan akhirat.
Karena itu, sering aku sengaja menepis pikiranku sendiri setiap kali ingatan itu mulai muncul, agar tidak bertambah banyak peristiwa2 yg telah berlalu yg kuingat, dan bertambah panjang kaitan masalah yang kutemukan kembali, yang hanya akan membuatku terkulai lemas tak berdaya. Aku berusaha switch dan alihkan ke jalan pikiran yang lain, sebisa mungkin semuanya aku kembalikan kepada Allah. Masalahku memang besar, tapi kuasa Allah lebih besar. Nerakaku memang dekat, tapi pertolongan Allah lebih dekat. Dosaku memang teramat banyak, semua dosa aku akui, tapi aku tahu dan yakin ampunan beserta rahmat Allah jauh lebih banyak. Dalam keyakinan hatiku yang paling dalam aku yakin Allah mengampuni aku, menolongku, memberi rahmat kepadaku, dan menyelamatkanku.
Aku, dalam hatiku yang paling dalam, mengucap syukur dengan segenap jiwa dan ragaku, syukur kepada Allah swt atas segala limpahan nikmat yang tiada tara yang diberikan kepadaku, TERIMA KASIH YA ALLAH..................
Masjid Al-Mujahidin UNY
Jogjakarta, 15.10.2019