Sabtu, 25 Juli 2015

ALLAH AKAN BAYARKAN HUTANGMU, PASTI !!!!!

KETIKA HUTANG MENGGUNUNG

Pagi itu datang seorang pengusaha ekspedisi kepada gurunya yang bernama Habib Umar bin Hud Al Attas (almarhum). Pengusaha tersebut mengeluhkan beban hutang usaha yang tidak lagi sanggup ia pikul.

Tumpah-ruah isi hatinya yang menanggung kegundahan akibat hutang tersebut. Sudah banyak cara ia tempuh, dan pagi itu Allah Swt mengantarkan langkah kakinya untuk berjumpa seorang guru yang ia cintai, seorang hamba Allah yang shalih bernama Al Habib Umar bin Elud Al Attas.

“Bib..., tolongin saya agar saya mampu bayar hutang!” pinta sang pengusaha.

“Memangnya berapa besar hutang yang kamu punya?!” tanya sang guru menyelidik.

“Cukup besar, Bib...! Andai rumah dan seluruh aset perusahaan yang saya punya dijual, hutang tersebut juga belum lunas” jelas sang pengusaha.

“Tidak ada yang besar...! Semua masalah jadi besar kalau kita mengukurnya dari diri kita yang kerdil ini! Tapi kalau kita mengukurnya dari Allah Yang Maha Besar, maka semuanya menjadi kecil. Betul gak?!” tanya Habib Umar kepada pengusaha.

“Ya, Bib...! Gak ada masalah yang besar kalau Allah sudah bantu. Tapi bagaimana caranya agar Allah Swt bantu saya bisa bayar hutang?!” kejar pengusaha itu lagi.

“Caranya doa dong yang sungguh-sungguh kepada Allah! Dia Swt kan bilang bahwa setiap doa pasti terkabulkan!!!”

Merasa sudah mulai terbuka jalannya, pengusaha itupun mengejar lagi, “Terus doa yang mujarab apa, Bib?”

Maka Habib Umar Al Attas pun menyampaikan doa yang pernah diajarkan Rasulullah Saw kepada Abu Bakar Ra :
Allahumma Faarijal hamm... Kasyifal ghamm... Mujiba da’watal mudhthariin... Rahmanad dunya wal akhirah wa rahiimahuma. Anta tarhamuni, farhamni birahmatin tughnini biha an rahmati man siwaak

Ya Allah, Yang berkuasa menyingkap kegalauan... Mampu menghilangkan segala kesedihan. Engkaulah Yang Menjawab permohonan orang yang terdesak. Engkau Sang Maha Pengasih dan Penyayang di dunia dan akhirat. Engkau senantiasa merahmatiku, maka rahmati-lah aku dengan sebuah rahmat yang mencukupkanku dari meminta kepada selain-Mu.

Usai menjelaskan doa terbebas dari hutang tersebut, maka Habib Umar menceritakan pengalamannya.

“Saya juga pernah berhutang, dan saya banyak berdoa kepada Allah Swt agar mudah menyelesaikannya. Saya bertekad ingin sekali membayar hutang!” papar sang Habib.

“Pernah saya beli sepetak tanah di Singapura dari warga keturunan India di sana. Saya beli pakai installment alias cicil alias hutang”, jelas Habib.

“Namun saya selalu berdoa kepada Allah Swt agar saya bisa segera menyelesaikan hutang tersebut. Rasanya gak enak kalau ngutang, khawatir gak ada umur dan kita gak diterima Allah di akhirat gara-gara hutang.... Namun disamping selalu berdoa kepada Allah saya juga pasang niat untuk bayar hutang. Setiap punya uang saya selalu sisihkan untuk bayar... hingga saatnya Allah Swt benar-benar mengabulkan permintaan saya!!!” jelas Habib Umar dengan mata berbinar.

“Bagaimana ijabah doa itu?!” tanya sang pengusaha tidak sabar menanti penjelasan.

“Tiba-tiba dari tanah tersebut keluar pasir putih dalam jumlah yang banyak. Hingga para produsen kaca, gelas dan perabot membeli dengan harga mahal pasir putih yang keluar dari tanah tersebut.... Melihat banyak orang berdatangan untuk membeli pasir putih dengan harga mahal, maka sang pemilik tanah pun datang menghampiri saya. Dia menawarkan, andai kata saya berkenan membagi separuh tanah yang saya beli darinya, maka saya tidak perlu membayar apa-apa. Sebab ia menaksir bahwa ia sudah amat untung bila bisa menjual pasir putih kepada para pengusaha kaca yang membutuhkan.

Maka saya pun sepakat atas tawarannya, sebab tanah tersebut meski dibagi separuh masih terlalu luas untuk dibangun sebuah rumah di atasnya” terang Habib Umar.

“Namun begitu perjanjian dibuat dan saya bisa mendapatkan tanah tersebut dengan gratis tanpa bayar dan mencicil hutang, maka Allah Swt berkehendak pasir putih pun tidak lagi keluar dari permukaan tanah...” tutup sang Habib.

“Subhanallah.. ..!!!“ pekik sang pengusaha terperanjat mendengar penuturan tersebut.

Tidak lama setelah itu sang pengusaha berpamitan dari rumah Habib Umar. Senang sekali rasanya ia mendapatkan jurus ampuh untuk bayar hutang yang baru ia dengar dari gurunya.

Ia pun semakin giat dan rajin berdoa kepada Allah Swt agar diberi kemudahan dalam urusan hutang. Dan benar saja hanya dalam tempo singkat pengusaha tersebut bisa keluar dari jerat hutang yang hampir menyita semua aset yang ia punya.

Sahabat, yakinlah bahwa Allah Maha Kaya yang tidak akan pernah habis kekayaanNYA walau dibagi dan dipinta oleh seluruh Makhluk di Alam Semesta ini.

Mintalah HANYA KEPADA ALLAH, jangan pernah tergiur dengan JALAN PINTAS dengan mendatangi DUKUN atau PARANORMAL yang justru akan MENJERAT dan MENJERUMUSKAN Kita di jurang KETERPURUKAN Dunia Akhirat

Berdoa, Meminta dan MENGEMIS kepada Allah gak usah pakai bayar bahkan itu hal yang mulia, karena senantiasa rindu dengan TANGIS DAN DOA KITA dihadapanNYa.

Yakinlah doa kepada Allah Swt bisa menyelesaikan semua masalah. Apalagi cuma hutang!, namun tentu saja bukan hanya doa, tapi harus kita iringi dengan Kerja Optimal, memperbaiki kualitas ibadah kita serta memperbanyak Amal sholeh.

“Berdoalah kepadaKu niscaya akan Aku perkenankan bagimu ". (QS. Ghofir: 60)

“Aku bersama hambaKu ketika hambaKu mengingatKu, dan bergetar bibirnya menyebut namaKu “ (Hadits Qudsi).

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” ( QS. Al-Baqarah: 186).

SUBHANALLAH...

Semoga ALLAH senantiasa membimbing kita, dan memberi hidayahnya agar kita tetap dalam keadaan iman dan bertakwa kepada-Nya, hingga ajal menjemput kita. Aamiin

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SW

Tausiah ustadz abu

Abu Sangkan

Makna Dhan yang salah kaprah. 

Ana 'inda dhanni 'abdi bi, Aku tergantung Dhan hamba-hambaKu. Maka dhan itu selama ini diartikan prasangka atau sangkaan. Yang artinya justru sangat merendahkan keadaan keberadaan Allah, makna yg sesungguhnya adalah Aku menurut penglihatan batin hambaKu atau kasyafnya hati seorang hamba tentang keberadaan adanya Allah yg sangat dekat. Jika hatinya tertutup ia tidak punya Dhan atas keberadaan Allah yang sangat dekat, perhatikan ayat (QS. 2:45), wasta'ini bissobri waassolah waiinaha lakabirotun illa 'ala khosyiin. Mintalah tolong dengan sabar dan sholat akan tetapi keduanya ini adalah sangat berat kecuali, orang-orang yg khusyu' ( takut kepada Allah). Siapa yang takut kepada Allah tersebut? Yaitu orang yang alladzina yadhunnuna annahum mulaaku robbihim wa annahum ilaihi rojiuun. Yaitu orang yang mempunyai dhan atas perjumpaannya dengan Allah dan kepada Allah mereka kembali. (QS. 2:46)

Perhatikan kalimat yadhunnuna maknanya bukan menyangka atau mengira yang justru maknanya menjadi sangat rendah padahal maksudnya adalah bener-bener yakin adanya perjumpaan dengan Allah dalam batinnya sehingga ia kepada Allah rojiuun ( kembali)..

Dikuatkan oleh alladzi yarooka hiina takuumu watakallubaka fissajidiin. Allah melihatmu disaat engkau berdiri sholat dan ketika menuju sujud, makna ini sangat jelas bukan menyangka atau mengira tapi bener-bener Allah melihat kita disaat berdiri dan sujud. Bagi yg batinnya bersih ia akan mampu menangkap 'dzikirnya Allah' terhadap batinnya manusia, fadzkurunu adzkurkum. Ingatlah aku akupun ingat kepadamu. Jika tidak ada respon atas ingatan Allah kepada hambanya maka sungguh berbahaya bagi ahli dzikir maka lambat laun ia akan semakin jauh dari Allah tandanya semakin berzikir namun semakin bertambah kejahatannya. 

Jika Allah berdzikir kepada hambanya maka dapat dipastikan melunaknya hati yang keras sehingga ia mampu menangkap tersingkapnya batin yaitu batiinul mukasyif wal mukasyaf. Batinnya yang dibuka dan batinnya yang membuka. Penegasan Syeh Ibnu Qoyyim ini menguatkan makna "Dhan" itu adalah penglihatan batin yg sangat terang dan jelas

Dengan bermodalkan percaya yakin dan iman, Allah itu seperti memahami ilmu matematika jadi benar-benar pasti oleh karena itu disebut ilmu hakiki. Misalkan kita memahami ayat fadzkuruni adzkurkum ada ingatan kita dan ada ingatan Allah kepada kita, jadi harus ada ingatan Allah terhadap diri kita, ada hasilnya, ada rasanya, ada ketersingkapannya, yaitu rasa tenang sebagai tanda mulainya petunjuk Allah akan diturunkan. Apakah petunjuk itu berupa ilham , tahdist, ismat. Jadi usaha kita sekarang adalah berdzikir yang memiliki tujuan untuk membersihkan hati agar mencapai ketenangan hakiki sehingga mampu menangkap batinul mukasyif. 

Kalaupun belum dikasih, caranya diamlah terlebih dahulu, lalu rasakan, apakah ini takdir yang menguji kita, Ok, jangan panik, lalu diam saja sebentar lalu mengimani takdir buruk ini, jangan lari meninggalkan Allah atau mengeluh, ingat ! Janji Allah pasti, bersabarlah dan shalat, jangan marah sama Allah, tetap tunggu janji Allah, akan diturunkan tenang dalam hati, nahh kalau sudah tenang yang diturunkan kedalam hati, ini merupakan tanda tanda kepastian itu turun !! Ma ashaba min mushibatin illa bi idznillah, wa man yu'min billah yahdi qalbahu....tidak ada satu musibah kecuali itu adalah atas ijin Allah, termasuk banyak hutang, banyak masalah, dsb. Barang siapa duduk dengan iman menerima takdir Allah nah rasakan, ada yahdi qalbahu, keadaan ini mulai tersingkap barangsiapa yg disingkap hatinya oleh petunjuk Allah tandanya ada yasrah sadrahu, meluas dadanya ketika hati sudah mulai merasa luas maka petunjuk Allah itu sangat jelas.

-Abu Sangkan-


Sabtu, 04 Juli 2015

CUCI GINJAL SENDIRI MURAH DAN MANJUR

CARA MUDAH DAN ALAMI CUCI GINJAL SENDIRI

Penyakit ginjal adalah penyakit yang cukup mematikan jika kita tidak mau merawat tubuh kita dan bahkan jarang makan sayur untuk kebutuhan tubuh kita. Cuci ginjal bisa dibilang cukup mahal dan saya rasa solusi kedokteran hanya beberapa persen pasien itu selamat.

SeledriTernyata Kita bisa membersihkan ginjal kita dengan biaya kurang dari Rp. 10.000,-. Ginjal sendiri berfungsi (filterasi) menyaring darah dengan membuang: Garam dan racun yang tidak diinginkan agar tidak masuk ke tubuh kita. Namun tanpa kita sadari seiring berjalannya waktu terjadi penumpukan garam dan kita perlu melakukan perawatan dan pembersihan.

TIPS MEMBERSIHKAN DAN PERAWATN GINJAL SECARA ALAMI

Pertama-tama sediakan seikat Seledri.

Cuci seledri sampai bersih,

lalu dipotong kecil-kecil dan masukkan ke dalam panci.

Kemudian tuangkan air bersih dan didihkan selama sepuluh menit lalu biarkan dingin.

Kemudian saring dan tuangkan dalam botol yang bersih lalu simpan di dalam kulkas sampai dingin.

Minumlah satu gelas setiap hari dan Anda akan melihat semua akumulasi garam dan racun lain yang keluar dari ginjal Anda sewaktu buang air kecil.

Jika anda melakukan ini, maka anda akan melihat perbedaan yang belum pernah anda rasakan sebelumnya. Daun seledri sendiri dikenal sebagai pengobatan terbaik untuk membersihkan ginjal dan ampuh secara alami !