Rabu, 04 Juni 2014

Hanya Allah satu-satunya
penolong
Sesungguhnya tidak akan terjadi sesuatu kecuali
dengan izin Allah Swt. Baik berupa musibah
maupun nikmat. Walaupun bergabung jin dan
manusia seluruhnya untuk mencelakakan kita,
demi Allah tidak akan jatuh satu helai rambut
pun tanpa izin-Nya. Begitu pun sebaliknya,
walaupun bergabung jin dan manusia
menjanjikan akan menolong atau memberi
sesuatu, tidak pernah akan datang satu sen pun
tanpa izin-Nya.
Mati-matian kita ikhtiar dan meminta bantuan
siapapun, tanpa izin-Nya tak akan pernah terjadi
yang kita harapkan. Maka, sebodoh-bodoh kita
adalah orang yang paling berharap dan takut
kepada selain Allah Swt. Itulah biang
kesengsaraan dan biang menjauhnya
pertolongan Allah Swt.
Ketahuilah, makhluk itu "La haula wala quwata
illa billahil' aliyyil ' azhim" tiada daya dan tiada
upaya kecuali pertolongan Allah Yang
MahaAgung. Asal kita hanyalah dari setetes
sperma, ujungnya jadi bangkai, ke mana-mana
membawa kotoran.
Allah menjanjikan dalam Surah Al-Thalaq ayat 2
dan 3, "Barang siapa yang bersungguh-
sungguh mendekati Allah (bertaqwa), niscaya
Dia akan mengadakan baginya jalan keluar bagi
setiap urusannya, dan akan diberi rezeki dari
tempat yang tidak disangka-sangka. Dan barang
siapa yang bertawakal hanya kepada Allah,
niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya."
Jika kita menyadari dan meyakininya, kita
memiliki bekal yang sangat kukuh untuk
mengarungi hidup ini, tidak pernah gentar
menghadapi persoalan apapun karena
sesungguhnya yang paling mengetahui struktur
masalah kita yang sebenarnya berikut segala
jalan keluar terbaik hanyalah Allah Swt Yang
Mahasempurna. Dia sendiri berjanji akan
memberi jalan keluar dari segala masalah,
sepelik dan seberat apapun karena bagi Dia tidak
ada yang rumit dan pelik, semuanya serba
mudah dalam genggaman kekuasaan-Nya.
Pendek kata, jangan takut menghadapi masalah,
tetapi takutlah tidak mendapat pertolongan Allah
dalam menghadapinya. Tanpa pertolongan-
Nya, kita akan terus berkelana dalam kesusahan,
dari satu persoalan ke persoalan lain, tanpa nilai
tambah bagi dunia dan akhirat kita�Ebenar-
benar suatu kerugian yang nyata.
Terimalah ucapan selamat berbahagia, bagi
saudara-saudaraku yang taat kepada Allah dan
semakin taat lagi ketika diberi kesusahan dan
kesenangan, shalatnya terjaga, akhlaknya mulia,
dermawan, hati bersih, dan larut dalam amal-
amal yang disukai Allah.
InsyaAllah, masalah yang ada akan menjadi
jalan pendidikan dan Allah yang akan semakin
mematangkan diri, mendewasakan, menambah
ilmu, meluaskan pengalaman, melipatgandakan
ganjaran, dan menjadikan hidup ini jauh lebih
bermutu, mulia, dan terhormat di dunia akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.