Makna Dhan yang salah kaprah.
Ana 'inda dhanni 'abdi bi, Aku tergantung Dhan hamba-hambaKu. Maka dhan itu selama ini diartikan prasangka atau sangkaan. Yang artinya justru sangat merendahkan keadaan keberadaan Allah, makna yg sesungguhnya adalah Aku menurut penglihatan batin hambaKu atau kasyafnya hati seorang hamba tentang keberadaan adanya Allah yg sangat dekat. Jika hatinya tertutup ia tidak punya Dhan atas keberadaan Allah yang sangat dekat, perhatikan ayat (QS. 2:45), wasta'ini bissobri waassolah waiinaha lakabirotun illa 'ala khosyiin. Mintalah tolong dengan sabar dan sholat akan tetapi keduanya ini adalah sangat berat kecuali, orang-orang yg khusyu' ( takut kepada Allah). Siapa yang takut kepada Allah tersebut? Yaitu orang yang alladzina yadhunnuna annahum mulaaku robbihim wa annahum ilaihi rojiuun. Yaitu orang yang mempunyai dhan atas perjumpaannya dengan Allah dan kepada Allah mereka kembali. (QS. 2:46)
Perhatikan kalimat yadhunnuna maknanya bukan menyangka atau mengira yang justru maknanya menjadi sangat rendah padahal maksudnya adalah bener-bener yakin adanya perjumpaan dengan Allah dalam batinnya sehingga ia kepada Allah rojiuun ( kembali)..
Dikuatkan oleh alladzi yarooka hiina takuumu watakallubaka fissajidiin. Allah melihatmu disaat engkau berdiri sholat dan ketika menuju sujud, makna ini sangat jelas bukan menyangka atau mengira tapi bener-bener Allah melihat kita disaat berdiri dan sujud. Bagi yg batinnya bersih ia akan mampu menangkap 'dzikirnya Allah' terhadap batinnya manusia, fadzkurunu adzkurkum. Ingatlah aku akupun ingat kepadamu. Jika tidak ada respon atas ingatan Allah kepada hambanya maka sungguh berbahaya bagi ahli dzikir maka lambat laun ia akan semakin jauh dari Allah tandanya semakin berzikir namun semakin bertambah kejahatannya.
Jika Allah berdzikir kepada hambanya maka dapat dipastikan melunaknya hati yang keras sehingga ia mampu menangkap tersingkapnya batin yaitu batiinul mukasyif wal mukasyaf. Batinnya yang dibuka dan batinnya yang membuka. Penegasan Syeh Ibnu Qoyyim ini menguatkan makna "Dhan" itu adalah penglihatan batin yg sangat terang dan jelas
Dengan bermodalkan percaya yakin dan iman, Allah itu seperti memahami ilmu matematika jadi benar-benar pasti oleh karena itu disebut ilmu hakiki. Misalkan kita memahami ayat fadzkuruni adzkurkum ada ingatan kita dan ada ingatan Allah kepada kita, jadi harus ada ingatan Allah terhadap diri kita, ada hasilnya, ada rasanya, ada ketersingkapannya, yaitu rasa tenang sebagai tanda mulainya petunjuk Allah akan diturunkan. Apakah petunjuk itu berupa ilham , tahdist, ismat. Jadi usaha kita sekarang adalah berdzikir yang memiliki tujuan untuk membersihkan hati agar mencapai ketenangan hakiki sehingga mampu menangkap batinul mukasyif.
Kalaupun belum dikasih, caranya diamlah terlebih dahulu, lalu rasakan, apakah ini takdir yang menguji kita, Ok, jangan panik, lalu diam saja sebentar lalu mengimani takdir buruk ini, jangan lari meninggalkan Allah atau mengeluh, ingat ! Janji Allah pasti, bersabarlah dan shalat, jangan marah sama Allah, tetap tunggu janji Allah, akan diturunkan tenang dalam hati, nahh kalau sudah tenang yang diturunkan kedalam hati, ini merupakan tanda tanda kepastian itu turun !! Ma ashaba min mushibatin illa bi idznillah, wa man yu'min billah yahdi qalbahu....tidak ada satu musibah kecuali itu adalah atas ijin Allah, termasuk banyak hutang, banyak masalah, dsb. Barang siapa duduk dengan iman menerima takdir Allah nah rasakan, ada yahdi qalbahu, keadaan ini mulai tersingkap barangsiapa yg disingkap hatinya oleh petunjuk Allah tandanya ada yasrah sadrahu, meluas dadanya ketika hati sudah mulai merasa luas maka petunjuk Allah itu sangat jelas.
-Abu Sangkan-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.